3 Jenis Tari Tradisional Gorontalo

tari tradisional gorontalo

1.   Tari Dana - Dana
Tarian ini termasuk jenis tarian pergaulan masyarakat yang biasanya ditampilkan oleh penari pria maupun penari wanita.
Selain itu tarian ini juga merupakan perpaduan budaya Islam dan budaya masyarakat setempat, hal itu terlihat dari gerakan penari dan pengiringnya.
Tari Dana Dana merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Gorontalo dan sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan, perayaan hari besar dan lain-lain.
tari dana-dana
Menurut sejarahnya, Tari Dana Dana mulai muncul dan dikenal oleh masyarakat seiring dengan masuknya pengaruh Agama Islam di Gorontalo.
Pada saat itu, Tari Dana Dana digunakan oleh para ulama sebagai media penyebaran dakwah Islam.
Tarian ini juga ditampilkan pada saat pesta pernikahan Sultan Amay dan Putri Owotango.
Semenjak itulah tari dana dan mulai dikenal oleh masyarakat Gorontalo.
Tari Dana Dana awalnya ditarikan oleh penari pria dan wanita secara berpasangan. Namun ketatnya peraturan dan ajaran Agama Islam pada masa itu tidak mengijinkan penari pria dan wanita ditampilkan secara bersamaan.
Karena apabila ditampilkan bersamaan maka mereka bisa dengan mudah bersentuhan kepada yang bukan muhrimnya.
Sehingga pada saat itu Tari Dana Dana hanya dibawakan oleh penari pria saja.
Seiring dengan perkembangan zaman Tari Dana Dana terus dikembangkan oleh para Seniman di Gorontalo.
Salah satunya adalah dengan menampilkan kembali para penari wanita dalam tarian ini.
Walaupun begitu, namun gerakan, formasi, dan busana mereka tetap disesuaikan dengan syariat Islam yang berlaku agar tidak saling bertentangan.
Tari Dana Dana ini biasanya ditampilkan untuk memeriahkan acara penyambutan maupun perayaan hari besar di Gorontalo.
Apabila dilihat dari fungsinya, Tari Dana Dana lebih dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur dan bahagia.
Namun apabila dilihat dari gerakan para penari, tarian ini bisa dimaknai sebagai tarian pergaulan masyarakat.
Selain itu tarian ini juga dimaknai sebagai media penyampaian pesan-pesan yang berhubungan dengan Agama Islam tentunya.
Dalam pertunjukan Tari Dana Dana terbagi menjadi dua jenis tarian yaitu Tari Dana Dana klasik dan Tari Dana Dana modern.
Pada pertunjukan Tari Dana Dana klasik biasanya lebih mengacu pada konsep Tari Dana Dana pada zaman dahulu.
Yaitu Tari Dana Dana yang ditarikan oleh penari pria saja.
Dalam segi gerakan yang ditampilkan biasanya merupakan gerakan asli dari tarian ini.
Sedangkan untuk Tari Dana Dana modern merupakan Tari Dana Dana yang telah dimodifikasi sehingga juga terdapat penari wanita didalamnya.
Selain itu dalam segi gerak, formasi, kostum, dan jumlah penari biasanya lebih bervariasi, tergantung kelompok yang menampilkannya.
Walaupun sudah dimodifikasi Tari Dana Dana modern tidak meninggalkan keasliannya.
Tari Dana Dana ini biasanya lebih didominasi dengan hampir semua bagian tubuh dengan gerakan dinamis dan energik.
Sesuai dengan namanya yang berasal dari kata “Daya Dayango” yang berarti menggerakan semua bagian tubuh.
Selain itu gerakan dalam tarian ini cenderung bertempo cepat sehingga mengutamakan kelincahan dalam menarikannya.
Walaupun begitu apabila kita amati, setiap gerakan dalam Tari Dana Dana ini memiliki makna dan pesan-pesan didalamya.
Dalam pertunjukan Tari Dana Dana biasanya diiringi oleh alat musik seperti rebana dangambus.
Irama yang digunakan biasanya cenderung bertempo cepat sesuai dengan gerakan para penari dan penyanyi lagu.
Lagu-lagu yang dibawakan biasanya berisi pantun-pantun bertemakan kehidupan dan pesan Agama.
Variasi gerakan penari biasanya juga disesuaikan dengan lagu yang mengiringinya agar pesan-pesan yang disampaikan bisa diterima oleh para penonton.
Busana yang digunakan dalam tarian ini biasanya merupakan pakaian adat yang divariasi dengan unsur busana muslim didalamnya.
Untuk penari wanita biasanya menggunakan pakaian yang tertutup dan menggunakan jilbab atau hijab yang menjadi ciri khas muslimah.
Selain itu penari juga dihias dengan berbagai pernak-pernik untuk mempercantik dan pemanis.
Sedangkan untuk penari pria biasanya menggunakan pakaian adat pria.
Busana tersebut seperti  baju lengan panjang dan celana panjang.
Selain itu penari pria juga menggunakan penutup kepala dan sarung yang dikenakan di pinggang mereka.
Di beberapa pertunjukan ada juga beberapa penari pria yang menggunakan kostum yang bertema Timur Tengah.
Tentunya hal tersebut merupakan kreasi tambahan agar pertunjukan terlihat menarik.
Dalam perkembangannya Tari Dana Dana masih terus dilestarikan dan dikembangkan di Gorontalo.
Tarian ini sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu penting, perayaan hari besar, pertunjukan seni dan festival budaya.
Berbagai kreasi dan variasi juga sering ditambahkan di setiap pertunjukannya, baik dalam segi gerak, formasi, maupu kostum yang digunakan agar terlihat menarik.


2.   Tari Polopalo
Tari Polopalo merupakan tari pergaulan.
Polopalo sendiri merupakan sebuah alat musik tradisional. 
Alat musik tradisional Polopalo merupakan alat musik jenis idiofon atau golongan alat musik yang sumber bunyinya diproleh dari badannya sendiri.
Dalam artian bahwa ketika Polopalo tersebut di pukul atau sebaliknya memperoleh pukulan.
tari polo palo

Bunyinya akan dihasilkan dari proses bergetarnya seluruh tubuh Polopalo tersebut.
Adapun tarian Polopalu memang menggunakan properti yang berupa alat musik polopalo tersebut.
Tari Tradisional dari Gorontalo ini, pada akhirnya mengalami banyak perkembangan.
Saat ini Tari Polopalo terbagi menjadi dua, yaitu tari polopalo tradisional dan tari polo palo modern.
Kedua tarian polopalo tradisional dan modern memiliki beberapa perbedaan, antara lain jumlah penarinya.
Tari polopalo tradisional biasanya dimainkan oleh penari tunggal yang diringi oleh musik yang dimainkan sendiri atau solo.
Selain itu tari polopalo modern lebih sering ditampilkan secara berkelompok dengan iringan musik yang sudah diaransemen.
Pada tari polopalo tradisional pemukul tidak hanya dimainkan dengan cara memukulkannya pada alat musik tetapi juga pada bagian anggota penari khususnya lutut dengan irama yang beraturan.
Sedangkan pada tari polopalo modern, pemukul hanya dipukulkan pada alat musiknya, tidak pada bagian tubuh.


3.   Tari Saronde

Tarian ini diangkat dari tradisi masyarakat Gorontalo saat malam pertunangan dalam rangkaian upacara perkawinan adat.
Tarian ini biasanya ditampilkan oleh para penari pria dan penari wanita yang menari dengan gerakan yang khas dan menggunakan selendang sebagai atribut menarinya.
tari saronde
Tari Saronde merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di masyarakat Gorontalo.
Selain menjadi bagian dari acara pernikahan adat, Tari Saronde juga sering ditampilkan dalam acara seperti penyambutan, pertunjukan seni, dan festival budaya.
Menurut sejarahnya, Tari Saronde merupakan tarian yang diangkat dari tradisi pernikahan adat masyarakat Gorontalo.
Dalam tradisi adat masyarakat Gorontalo pada zaman dahulu, tarian ini dijadikan sebagai sarana Molihe Huali yaitu menengok atau mengintip calon istri.
Karena masyarakat Gorontalo pada zaman dahulu masih belum mengenal yang namanya pacaran seperti sekarang.
Sehingga hubungan mereka masih dipegang penuh oleh kedua orang tua atau keluarga.
Tarian ini biasanya dilakukan oleh mempelai pria bersama orang tua atau wali di hadapan mempelai wanita.
Sambil menari, mempelai pria bisa melirik ke arah mempelai wanita untuk mengetahui seperti apa calon pendamping hidupnya.
Sementara mempelai wanita yang berada di dalam ruangan akan memperlihatkan sedikit dirinya agar mempelai pria tahu bawa dia diperhatikan.
Di masa sekarang ini, prosesi Tari Saronde juga masih tetap dipertahankan dalam rangkaian pernikahan adat.
Karena merupakan bagian tradisi sehingga meninggalkan makna sendiri di dalamnya dan tidak bisa ditinggalkan begitu saja.
Seperti yang dikatakan sebelumnya, Tari Saronde merupakan tarian yang ditampilkan dalam prosesi pernikahan adat masyarakat Gorontalo.
Selain dijadikan sebagai bagian dari prosesi adat, tarian saronde kini juga sering dijadikan sebagai tari pertunjukan.
Bagi masyarakat disana tentu tarian ini makna khusus, salah satunya adalah sebagai sarana Molihe Huali atau menengok calon istri.
Namun apabila dilihat dari gerakan dan penyajian tari dalam pertunjukan, Tari Saronde ini termasuk tarian yang bersifat pergaulan atau hiburan yang menggambarkan ungkapan kebahagiaan dan keceriaan.
Tari Saronde ini biasanya ditampilkan oleh para penari pria dan penari wanita secara berpasangan.
Untuk jumlah penari biasanya terdiri dari 3-6 pasang penari pria dan wanita.
Dalam pertunjukannya penari menari dengan gerakannya yang lincah dan khas serta memainkan kain selendang yang digunakan sebagai atribut menarinya.
Untuk gerakan dalam Tari Saronde biasanya lebih didominasi oleh gerakan mengayunkan kaki dan tangan ke depan secara bergantian.
Penari juga sering memainkan selendangnya dengan berputar-putar.
Selain dilakukan secara berpasangan, formasi penari pun sering berubah-ubah sehingga menggambarkan keceriaan dan kebahagian dari para penari.
Dalam pertunjukan Tari Saronde biasanya diiringi oleh iringan musik rebana dan nyanyian vokal.
Lagu yang dinyanyikan untuk mengiringi tarian ini biasanya merupakan lagu khusus Tari Saronde.
Sedangkan tempo yang dimainkan dalam mengiringi tarian ini biasanya disesuaikan dengan lagu dan gerakan para penari.
Dalam perkembangannya, Tari Saronde masih terus dilestarikan dan dikembangkan di Gorontalo.
Tarian ini masih sering ditampilkan sebagai bagian dari prosesi pernikahan adat masayarakat.
Selain itu tarian ini juga sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan, pertunjukan seni dan festival budaya.
Berbagai kreasi dan variasi dalam segi gerak atau busana juga sering dilakukan agar terlihat lebih menarik namun tidak meninggalkan keasliannya.


No comments:

Post a Comment