Tari Gending Sriwijaya : Simbol Kejayaan, Kekuatan, Dan Kedigdayaan Bangsa Sumatera Pada Zaman Keemasannya
Label:
Tari Tradisional
Menyukai teknologi walaupun tidak mengerti, menyukai ilmu pengetahuan walaupun tidak paham
Tari Pagar Pengantin : Tari Simbol Melepas Masa Lajang Dari Sumatera Selatan
Tari
Pagar Pengantin, adalah tarian khas daerah Palembang yang biasanya ditampilkan
saat resepsi pernikahan.
Tari ini dijadikan simbol melepas masa lajang bagi pengantin wanita. Tarian ini ditarikan dihadapan mempelai pria dan dilakukan bersama saudara perempuan atau penari lainnya, bisa berjumlah 3, 5 atau 7 orang.
Tari ini dijadikan simbol melepas masa lajang bagi pengantin wanita. Tarian ini ditarikan dihadapan mempelai pria dan dilakukan bersama saudara perempuan atau penari lainnya, bisa berjumlah 3, 5 atau 7 orang.
Label:
Tari Tradisional
Menyukai teknologi walaupun tidak mengerti, menyukai ilmu pengetahuan walaupun tidak paham
Tari Tanggai : Tari Tradisional Sumatera Selatan Warisan Zaman Syailendra
Selain
Tari Gending Sriwijaya, Sumatera Selatan juga memiliki tarian lain yang biasa
digunakan untuk menyambut tamu yaitu Tari Tanggai.
Seperti pada Tari Gending Sriwijaya, tarian ini dibawakan ketika menyambut tamu-tamu kehormatan atau dipentaskan dalam acara hajatan pernikahan. Tari ini dipentaskan oleh lima orang penari.
Seperti pada Tari Gending Sriwijaya, tarian ini dibawakan ketika menyambut tamu-tamu kehormatan atau dipentaskan dalam acara hajatan pernikahan. Tari ini dipentaskan oleh lima orang penari.
Label:
Tari Tradisional
Menyukai teknologi walaupun tidak mengerti, menyukai ilmu pengetahuan walaupun tidak paham
TARI TAUH : Tari yang Menggambarkan Perasaan Suka Cita dan syukur dari Masyarakat Jambi
Label:
Tari Tradisional
Menyukai teknologi walaupun tidak mengerti, menyukai ilmu pengetahuan walaupun tidak paham
Tari Selampit Delapan : Manifestasi dan Representasi Kehidupan Muda-Mudi Jambi
Tari Selampit
Delapan
Tari
selampit delapan adalah salah satu tari tradisional dari provinsi Jambi. Kata
“Selampit Delapan” berasal dari delapan tali yang digunakan dalam tarian
tersebut.
Tari selampit delapan menggambarkan pergaulan muda-mudi, oleh karena itu tari ini mempunyai nilai dalam merekatkan pergaulan.
Pemerintah Provinsi Jambi menetapkan tarian ini sebagai tarian khas Provinsi Jambi.
Tari selampit delapan menggambarkan pergaulan muda-mudi, oleh karena itu tari ini mempunyai nilai dalam merekatkan pergaulan.
Pemerintah Provinsi Jambi menetapkan tarian ini sebagai tarian khas Provinsi Jambi.
Label:
Tari Tradisional
Menyukai teknologi walaupun tidak mengerti, menyukai ilmu pengetahuan walaupun tidak paham
TARI SEKAPUR SIRIH : Tari yang Menggambarkan Sifat Masyarakat Jambi Dalam Menyambut Tamu Secara Terbuka
A. Pengertian Tari
Sekapur Sirih
Tari sekapur sirih salah
satu tarian dari provinsi Jambi. Tari ini biasanya sebagai tarian sambutan
selamat datang bagi tamu kehormatan yang datang ke kota Jambi dalam acara
tertentu.
Firdaus Chatab, seniman yang pertama kali berkreasi dan menciptakan serta memperkenalkan tari ini pada pertengahan tahun 1962.
Firdaus Chatab, seniman yang pertama kali berkreasi dan menciptakan serta memperkenalkan tari ini pada pertengahan tahun 1962.
Label:
Tari Tradisional
Menyukai teknologi walaupun tidak mengerti, menyukai ilmu pengetahuan walaupun tidak paham
RUMAH ADAT JAMBI : RUMAH DENGAN BAGIAN-BAGIAN YANG UNIK
Rumah Adat Jambi
Rumah adat Jambi selain di sebut Rumah Panggung, juga disebut
dengan nama rumah Kajang Leko.
Rumah Kajang Lako merupakan konsep arsitektur dari Marga Bathin. Rumah Kajang Lako berbentuk empat persegi panjang, dengan lebar 9 meter dan panjang 12 meter.
Keunikan Rumah Kajang Lako terletak pada bubungannya, bubungan rumah Kajang Lako mirip dengan perahu
Rumah Kajang Lako merupakan konsep arsitektur dari Marga Bathin. Rumah Kajang Lako berbentuk empat persegi panjang, dengan lebar 9 meter dan panjang 12 meter.
Keunikan Rumah Kajang Lako terletak pada bubungannya, bubungan rumah Kajang Lako mirip dengan perahu
Label:
Rumah Adat
Menyukai teknologi walaupun tidak mengerti, menyukai ilmu pengetahuan walaupun tidak paham
Subscribe to:
Posts (Atom)





